APA YANG ADA SEBELUM BIGBANG ?

Bottom of Form
APA YANG ADA SEBELUM BIGBANG?
Apa yang ada diluar Ruang-Waktu?


Ada banyak kekuatan-kekuatan besar yang bekerja di Alam Semesta kita. Kebanyakan dari semua itu, bersifat mematikan dan masif. Berawal dari bencana buatan manusia, mother nature, meteor attack, semua itu masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuatan yang terdapat di luar angkasa, seperti halnya ledakan sebuah bintang, supernova, atau tabrakan antar galaksi. Baik kejadian luar biasa yang terjadi di bumi ataupun yang terjadi dalam skala kosmos, masih belum ada apa-apanya juga, dibandingkan dengan ledakan yang menciptakan segalanya itu. Ledakan yg membentuk segala apa yang ada di Alam Semesta ini atau yang disebut "The Bigbang" .






Pada awal kelahiran ilmu pengetahuan, alam semesta diyakini sebagai alam yang infinite, dan statis. Ada karena memang ada. Namun semenjak Einstein datang memberikan pemahaman yg lebih baik tentang gravitasi, dan Hubble dengan penemuannya yang mana galaksi terlihat menjauh satu sama lain akhirnya manusia dapat menemukan jawaban yang lebih tepat terkait awal dari segalanya bahwa alam semesta, tidaklah statis. Hal itu kembali diperkuat dengan ditemukannya sinar radio mikrowave yang memperlihatkan gambaran The Cosmic Microwave Background (alam semesta yang mendingin) lalu fakta bahwa alam semesta berekspansi semakin cepat semakin cepat. Menjadikan Bigbang sebagai teori yang paling diterima oleh Ilmu Pengetahuan tentang asal usul alam semesta, hingga sekarang. Jika kita bisa menarik waktu mundur ke belakang hingga pada titik dimana Bigbang terjadi, pertanyaan serius pun kembali muncul. Apa yang terjadi sebelum Bigbang? Bagaimana bisa "Sesuatu" muncul dari "Ketiadaan"? Dapatkah kalian menjawabnya?

Untuk menjawab pertanyaan retorik ini, sampai-sampai ilmuwan membuat usaha luar  biasa dengan menggunakan Teknologi Penumbuk Hadron Raksasa, sebuah mesin tunggal terbesar yang pernah dibuat ilmuwan, bahkan butuh sepeda untuk mengelilingi mesin ini.

 
Sebegitunya usaha peneliti untuk meneliti tentang alam semesta kita, lalu datang kampret kampret yang seenaknya mengatakan

CGI
Fake!
Propaganda!
Brainwash!

Satu kata buat kalian,

As*holl*
Screw you
F*ck you

You dont know how to APPRECIATE science and the effort scientist put for it.

Oke kembali ke permasalahan, segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini pasti akan tunduk pada Hukum Cause and Effect. Semua yang terjadi pasti memiliki penyebab dan dampak. Tidak mungkin sesuatu ada tanpa penyebab yang menyertai bukan? Jadi, ketika kita kembali me-rewind waktu, tepat pada saat bigbang terjadi, atau bahkan sebelum bigbang terjadi. Apa yang kita temukan? Jawabannya, nothing! Literally, nothing NOTHING means nothing. Nothing Tidak ada apapun. Sebuah titik infinitesimal (kecil sekali), lebih kecil dari ujung peniti. Atau bahkan lebih kecil dari atom bahkan inti atom sekalipun, bahkan lebih kecil dari proton.





"Sesuatu" merangsang titik itu yang kemudian meledak, dan BOOM! dalam sepermilyar sepemilyar sepermilyar detik setelah itu, alam semesta tumbuh dari titik sekecil atom hingga ruang seluas milyaran kilometer! Terus berekspansi sangat sangat cepat, melebihi kecepatan cahaya. Ledakan itu, terjadi begitu saja tanpa suara. Sunyi, gelap, panas Ruang-Waktu pun lahir.

Bigbang bukan sekedar sebuah ledakan yang mengisi kekosongan begitu saja, namun sebuah ledakan Ruang-Waktu menuju keberadaan. Keberadaan dari Segalanya. Lalu beberapa kembali bertanya, apa yang terjadi dan apa yang ada sebelum Bigbang? Well ini membingungkan, karena "Sebelum" itu adalah waktu. Sedangkan waktu baru terbentuk setelah Bigbang. Sama halnya dengan menanyakan dimana Bigbang terjadi sama-sama konyol, karena "dimana" menjelaskan posisi, yang mana posisi diukur dalam ruang 3D Sekali lagi, ruang juga baru terbentuk setelah Bigbang!

Untuk memecahkan paradoks memusingkan ini, ilmuwan kemudian membuat istilah baru yang menjelaskan hal tersebut Inilah SINGULARITY, "hal" yang ada "sebelum" Bigbang Tanda petik dipakai sebagai istilah pengecualian untuk memasukkan pemahaman kita terhadap ini. And, what the f*ck SINGULARITY is? SINGULARITY adalah sesuatu tanpa waktu, tanpa ruang, dan tanpa HUKUM fisika sama sekali Tidak ada yang "Ada" di dalam SINGULARITY. Untuk menjawab ini, banyak peneliti yang kemudian berspekulasi bahwa sebenarnya Alam Semesta itu berada dalam kondisi "Big Bounce" Apa itu? Big Bounce terkait dengan teori Big Bang atau kelahiran semesta 13,7 miliar tahun yang lalu disertai serta teori Big Crunch yang menguraikan bahwa suatu saat semesta akan berhenti mengembang dan terus menyusut hingga menjadi satu kesatuan. Sebagai contoh Setelah Big Bang alam semesta dalam keadaan mengembang. Apakah penembangan ruang-waktu ini akan berlangsung terus ? Ada ilmuwan yang berpendapat pengembangan tidak akan berlangsung terus.

Pada suatu ketika alam semesta mulai mengkerut dan akan kembali menjadi dimensi yang sangat kecil,  kemudian mulai terjadi Big Bang lagi dan seterusnya (jika itu memang terjadi), Itulah Big Bounce. Sebelum terjadi Bigbang, ada alam semesta lain yang berkespansi sama seperti kita. Lalu suatu waktu berhenti berekspansi dan menyusutkan materinya menjadi Black Hole tunggal supermassive raksasa, lalu Blackhole menyusut menuju SINGULARITY, dan meledak membentuk alam semesta baru. Alam semesta baru inilah rumah yang kita tempati. Kejadian ini terus berulang hingga alam semesta kita menyusut juga, lalu berubah menjadi Blackhole, lalu SINGULARITY dan boom! Bigbang selanjutnya terjadi dan tercipta alam semesta baru Terus menerus mengulang siklus selamanya. Apakah itu benar? Jika benar, lalu berasal darimanakah Alam Semesta yang pertama pertama kali pada awal Big Bounce?

            Ketemu lagi kan sama paradoks lainnya yang sama? Wkwkwk. Alasan inilah yg menyebabkan Big Bounce ditolak sebagai teori dan hanya murni spekulasi saja. Mengapa? Karena paradoks big bounce mirip seperti looping universe. Universe akan terus melakukan loop (pengulangan) hingga tak hingga. Jika ditarik mundur, pasti fenomena looping akan memiliki awal, right? Segalanya pasti memiliki awal. Nah jika mempunyai awal, kembali lagi ke paradoks awal bigbang. Akal kita tidak akan sanggup menjawab pertanyaan paradoks tersebut. Einstein mengatakan, jika kita menanyakan tentang apa yg ada di awal sebelum Bigbang, sama aja menanyakan apa yang lebih Utara daripada kutub utara Well, nothing. Another teori tentang ini dikaitkan dengan Multiverse theory. Bisa saja diluar alam semesta kita ada alam semesta lain Teori ini adalah konsekuensi dari String Theory paradoks Superposisi. Teori radikal lain mengatakan, mungkin ekspansinya alam semesta disebabkan oleh tarikan gravitasi alam semesta lain, which is make more ridiculous. Since Gravity is our Physical Laws sedangkan hukum fisika bekerja di dalam alam semesta, bukan lagi diluar. Kesimpulan dari semua ini adalah, tidak ada teori yang memuaskan dan masuk akal jika digunakan untuk menjawab "Apa yang ada diluar Alam Semesta" selain We Do Not KnowMungkin untuk sekarang kita belum tau, namun usaha kita tidak lantas berhenti begitu saja dalam memahami Alam Semesta dan bagaimana permulaannya Usaha2 tersebut akhirnya mendapatkan sedikit harapan. Ilmuwan saat ini sedang berusaha keras menyelesaikan teknologi terbaru yang digadang-gadang punya potensi dalam menjawab berbagai pertanyaan-pertanyaan sulit seputar alam semesta

Inilah James Webb Space Telescope and again, Hexagon surface.




            Tujuan utama teleskop ini adalah untuk mengamati segala hal yang terjadi pada saat awal-awal alam semesta terbentuk. Bagaimana galaksi tertua terbentuk. Lebih hebatnya, teknologi ini memberikan harapan bagi kita untuk menemukan rahasia-rahasia lain tentang Ruang dan Waktu, atau justru malahan teleskop ini akan memberikan kita tambahan pertanyaan - pertanyaan lagi untuk dijawab. Terlepas dari kemampuan dan harapan outcome yang luar biasa, paradoks tentang awal alam semesta adalah paradoks terbesar dari sains yang masih belum kita temukan jawabannya. Dan bagaimana jika kita berhasil menemukannya? Jika demikian, barangkali segala pengetahuan kita tentang alam semesta dan Ruang-Waktu akan sama sekali berbeda. Kita seakan-akan seperti berhasil menemukan jawaban dari soal ujian matematika sulit, dan ternyata jawaban kita benar!.

Jawaban kita benar, belum tentu sama dengan pemahaman kita selama ini bahwa alam semesta, tidak seperti yang kita kira. So, bagaimana dengan pendapat kalian? Apakah alam semesta merupakan konsekuensi loop dari Big Bounce? Atau alam semesta kita adalah satu dari sekian universe lain yang tak hingga.




source : https://twitter.com/afrkml/status/1109221643316912128

Copyright 2014 uldatun qonita . Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Pages

Mengenai Saya

Foto Saya
Indonesia
BERBAGI KESEDERHANAAN Silakan meninggalkan jejak sobat, kritik dan saran anda sangat saya harapkan NB : No Sara !
Flag Counter

Gadget

Google +

Postingan Populer

Postingan Populer