MAKALAH IPA SIKLUS BIOGEOKIMIA (AIR, KARBON, NITROGEN) DAN PERANANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
MAKALAH IPA
SIKLUS BIOGEOKIMIA (AIR, KARBON, NITROGEN)
DAN PERANANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Disusun oleh :
Iswahyuningsih (15)
Uldatun Qonita (33)
PEMERINTAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMK NEGERI 1 SAPTOSARI
Jln. Wonosari-Panggang km 22 Kepek, Saptosari,
Gunungkidul, Yogyakarta
Email : smknsaptosari@yahoo.com
Telp : (0274) 7101164
A.
SIKLUS
HIDROLOGI (SIKLUS AIR)
Siklus ini merupakan siklus air di bumi yang
dipengaruhi oleh peran energi matahari dan gaya gravitasi bumi. Proses-proses
penting yang terjadi adalah proses penguapan, transpirasi, kondensasi, dan
presipitasi. Penguapan (evaporasi) merupakan perubahan fase air dari bentuk
cairan menjadi bentuk gas akibat panas matahari di permukaan bumi. Pada proses
ini, dikhususkan air yang bukan berasal dari tanaman, contohnya air danau,
sungai, lautan dan bagian hidrosfer lainnya. Penguapan ini terjadi sekitar 84%
di lautan dan 16% di daratan. Sementara,
penguapan yang terjadi pada tanaman disebut transpirasi. Air dalam bentuk uap
ini kemudian memasuki atmosfer dan mengalami pendinginan sehingga terjadi
kondensasi dan membentuk awan. Awan akan terbawa oleh angin ke bagian lain dari
bumi. Molekul-molekul air akan terdispersi (terurai) secara menempel pada
partikel-partikel debu yang ada di atmosfer lalu bergabung membentuk
buatiran-butiran air. Butiran-butiran air yang sudah mencapai berat tertentu
akan jatuh ke permukaan bumi. Peritiwa
ini disebut dengan presipitasi. Presipitasi dapat berbentuk hujan, salju,
ataupun embun tergantung pada kondisi lingkungannya. Presipitasi dapat terjadi
secara langsung ke daerah hidrosfer, sekitar 77%, dan sebanyak 23% jatuh di
atas tanah dan batu-batuan. Sebagian dari air yang jatuh di atas tanah dan
batu-batuan akan mengalir melalui permukaan menuju bagian hidrosfer, sementara
yang lainnya akan meresap ke dalam tanah (air tanah). Air tanah ini mencapai
lapisan yang kedap air lalu meresap secara perlahan dan mengalir hingga bagian
hidrosfer. Setelah itu, terjadi siklus ulang

Siklus
air ini terkait dengan penyediaan nutrien bagi makhluk hidup. Dalam kondisi
yang normal, perembesan dan aliran permukaan air tidak akan mencuci mineral-mineral
tanah. Kalaupun ada, hanya sedikit mineral tanah yang akan tercuci. Selain itu,
air hujan dapat melapukkan batu sehingga tersedia bahan pengganti berbagai
mineral, sehingga mineral tanah tetap terjaga. Namun, sebaliknya, jika kondisi
tidak normal, nutrien dalam tanah dapat terganggu sehingga ekosistem pun
terganggu. Salah satu penyebabnya adalah penggundulan hutan.
A.
SIKLUS KARBON
Siklus
karbon dapat terbagi menjadi dua macam, yaitu siklus dalam reaksi termonuklir
berantai dalam binatang dan siklus karbon di bumi. Siklus di bumi ini lebih
terkenal dengan siklus karbondioksida karena material yang berpindah adalah CO2.
CO2 dalam udara digunakan oleh tanaman untuk reaksi fotosintesis
menjadi materi organik (karbohidrat) dengan adanya gabungan dengan air. Senyawa
organik tersebut diteruskan kepada konsumen dalam rantai makanan. Energi
digunakan oleh makhluk hidup menghasilkan CO2 yang terlepas ke udara
ataupun ke air, tergantung dari lingkungan hidup. Namun, senyawa organik tetap
ada yang tersisa. Organisme juga mengeluarkan materi sisa (kotoran) yang
mengandung karbon serta menjadi senyawa karbon organik setelah mati.
Karbon-karbon ini dilepaskan dalam bentuk CO2 ke udara oleh saprovor
(mikroorganisme pengurai). Dari udara ini, karbon dalam bentuk CO2
akan kembali digunakan oleh tumbuhan (siklus terjadi). Namun, reaksi
oleh saprovor terkadang lambat sehingga senyawa karbon menumpuk dalam jangka
waktu yang lama dalam bentuk gambut, batu bara, minyak bumi, ataupun batu karang(Buchari dkk.,
2001). Pada ekosistem laut, terdapat
karbon terlarut yang akan berubah menjadi cangkang dan tulang organisme laut
dan menjadi sedimen. Selain itu, pengangkatan tektonik membawa karbon ke
permukaan laut (Basukriadi, 2011).

B.
SIKLUS NITROGEN
Dalam siklus nitrogen, masalah yang terjadi dapat terkait dengan tanaman
karena ini merupakan salah satu unsur hara yang sangat penting dan diperlukan
dalam jumlah besar (makronutrien). Tanaman menyarap unsur ini dalam bentuk ion
nitrat (NO3-) dan ion ammonium (NH4+).
Unsur ini secara langsung berperan dalam pembentukan protein, memacu
pertumbuhan tanaman secara umum terutama pada fase vegetatif, berperan
dalam pembentukan klorifil, asam amino, lemak enzim dan persenyawaan lain.
Gejala kekurangan unsur N adalah pertumbuhan
tanaman lambat dan kerdil, mula-mula daun menguning dan mengering
lalu daun akan rontok dimana daun yang menguning diawali dari daun bagian
bawah, lalu disusul daun bagian atas. Di dalam tubuh tanaman nitrogen bersifat
dinamis sehingga jika terjadi kekurangan nitrogen pada bagian pucuk, nitrogen
yang tersimpan pada daun tua akan dipindahkan ke organ yang lebih muda, dengan
demikian pada daun-daun yang lebih tua gejala kekurangan nitrogen akan
terlihat lebih awal.
Masalah akibat gangguan dalam siklus N, dapat juga berupa hujan asam dan
global warming. Hujan asam adalah
suatu bentuk akibat pencemaran udara di mana hujan, salju, maupun kabut yang
terjadi mengandung asam akibat terkontaminasi oleh polutan NOx.
Keadaan ini dapat merusak tanaman, mencemari sungai dan danau, serta
memungkinkan terjadinya kanker kulit jika manusia terpapar langsung. Sementara,
pada masalah global warming, bagian dari siklus nitrogen yang dapat menjadi
penyebab pemanasan global adalah gas NOx.Akibat lebih lanjut dari
pemanasan global sudah dijelaskan pada bagian masalah siklus hidrologi.
Nitrogen pada umumnya
terdapat dalam senyawa organik seperti protein, urea dan asam nukleat atau yang
sudah dikenal dengan senyawa anorganik seperti nitrit, ammonia dan nitrat.
Dalam proses terjadinya Daur Biogeokimia pada Daur Nitrogen terjadi dalam dua
tahap yakni:
1. Tahap pertama

Daur
nitrogen merupakan proses transfer nitrogen dari atmosfir ke dalam tanah.
Disamping air hujan, masuknya nitrogen ke dalam tanah juga dapat melalui proses
fiksasi nitrogen. Proses fiksasi nitrogen sendiri secara biologis bisa
dilakukan oleh bakteri Rhizobium yang bersimbiosis dengan bakteri Azotobacter,
Clostridium dan polong-polongan. Selain itu, kemampuan memfiksasi nitrogen juga
dapat dilakukan oleh ganggang hijau.
2. Tahap kedua
Nitrat
yang diperoleh dari hasil fiksasi biologis akan digunakan oleh produsen atau
tumbuhan yang nandi diubah menjadi molekul protein. Selanjutnya jika hewan atau
tumbuhan mati, maka makhluk pengurai akan merombaknya menjadi (NH3) atau yang
dikenal dengan gas amoneak dan garam ammonium yang larut dalam air (NH4+).
Proses ini dinamakan dengan proses amonifikasi. Bakteri Nitrosomonas dapat
mengubah senyawa ammonium dan amoneak menjadi Nitrat oleh Nitrobacter. Jika
oksigen dalam tanah terbasa, maka nitrat akan dengan cepat ditransformasikan
menjadi oksida nitrogen atau gas nitrogen oleh proses yang dinamakan
denitrifikasi.
C. KESIMPULAN
Siklus biogeokimia adalah aliran ion ataupun
molekul dari nutrien yang dipindahkan dari lingkungan ke organisme (komponen
hidup) dan dikembalikan lagi ke komponen tak hidup (abiotik). Siklus
biogeokimia yang terpenting adalah siklus karbon dan oksigen, siklus nitrogen,
dan siklus fosfor.
Keseimbangan
siklus ini perlu dijaga. Jika aktivitas manusia tidak memperhatikan lingkungan,
keseimbangan unsur dalam siklus akan terganggu sehingga proporsi komponen yang
seharusnya menjadi bergeser. Akibat ketidakseimbangan tersebut, terjadi
berbagai masalah yang dampaknya tidak hanya berpengaruh terhadap manusia,
tetapi juga terhadap lingkungan hidup. Oleh karena itu pemahaman mengenai
keseimbangan siklus biogeokimia diperlukan untuk membuat suatu rancangan
manajemen lingkungan yang baik, termasuk lingkungan industri.
A.
SIKLUS
HIDROLOGI (SIKLUS AIR)
Siklus ini merupakan siklus air di bumi yang
dipengaruhi oleh peran energi matahari dan gaya gravitasi bumi. Proses-proses
penting yang terjadi adalah proses penguapan, transpirasi, kondensasi, dan
presipitasi. Penguapan (evaporasi) merupakan perubahan fase air dari bentuk
cairan menjadi bentuk gas akibat panas matahari di permukaan bumi. Pada proses
ini, dikhususkan air yang bukan berasal dari tanaman, contohnya air danau,
sungai, lautan dan bagian hidrosfer lainnya. Penguapan ini terjadi sekitar 84%
di lautan dan 16% di daratan. Sementara,
penguapan yang terjadi pada tanaman disebut transpirasi. Air dalam bentuk uap
ini kemudian memasuki atmosfer dan mengalami pendinginan sehingga terjadi
kondensasi dan membentuk awan. Awan akan terbawa oleh angin ke bagian lain dari
bumi. Molekul-molekul air akan terdispersi (terurai) secara menempel pada
partikel-partikel debu yang ada di atmosfer lalu bergabung membentuk
buatiran-butiran air. Butiran-butiran air yang sudah mencapai berat tertentu
akan jatuh ke permukaan bumi. Peritiwa
ini disebut dengan presipitasi. Presipitasi dapat berbentuk hujan, salju,
ataupun embun tergantung pada kondisi lingkungannya. Presipitasi dapat terjadi
secara langsung ke daerah hidrosfer, sekitar 77%, dan sebanyak 23% jatuh di
atas tanah dan batu-batuan. Sebagian dari air yang jatuh di atas tanah dan
batu-batuan akan mengalir melalui permukaan menuju bagian hidrosfer, sementara
yang lainnya akan meresap ke dalam tanah (air tanah). Air tanah ini mencapai
lapisan yang kedap air lalu meresap secara perlahan dan mengalir hingga bagian
hidrosfer. Setelah itu, terjadi siklus ulang

Siklus
air ini terkait dengan penyediaan nutrien bagi makhluk hidup. Dalam kondisi
yang normal, perembesan dan aliran permukaan air tidak akan mencuci mineral-mineral
tanah. Kalaupun ada, hanya sedikit mineral tanah yang akan tercuci. Selain itu,
air hujan dapat melapukkan batu sehingga tersedia bahan pengganti berbagai
mineral, sehingga mineral tanah tetap terjaga. Namun, sebaliknya, jika kondisi
tidak normal, nutrien dalam tanah dapat terganggu sehingga ekosistem pun
terganggu. Salah satu penyebabnya adalah penggundulan hutan.
A.
SIKLUS KARBON
Siklus
karbon dapat terbagi menjadi dua macam, yaitu siklus dalam reaksi termonuklir
berantai dalam binatang dan siklus karbon di bumi. Siklus di bumi ini lebih
terkenal dengan siklus karbondioksida karena material yang berpindah adalah CO2.
CO2 dalam udara digunakan oleh tanaman untuk reaksi fotosintesis
menjadi materi organik (karbohidrat) dengan adanya gabungan dengan air. Senyawa
organik tersebut diteruskan kepada konsumen dalam rantai makanan. Energi
digunakan oleh makhluk hidup menghasilkan CO2 yang terlepas ke udara
ataupun ke air, tergantung dari lingkungan hidup. Namun, senyawa organik tetap
ada yang tersisa. Organisme juga mengeluarkan materi sisa (kotoran) yang
mengandung karbon serta menjadi senyawa karbon organik setelah mati.
Karbon-karbon ini dilepaskan dalam bentuk CO2 ke udara oleh saprovor
(mikroorganisme pengurai). Dari udara ini, karbon dalam bentuk CO2
akan kembali digunakan oleh tumbuhan (siklus terjadi). Namun, reaksi
oleh saprovor terkadang lambat sehingga senyawa karbon menumpuk dalam jangka
waktu yang lama dalam bentuk gambut, batu bara, minyak bumi, ataupun batu karang(Buchari dkk.,
2001). Pada ekosistem laut, terdapat
karbon terlarut yang akan berubah menjadi cangkang dan tulang organisme laut
dan menjadi sedimen. Selain itu, pengangkatan tektonik membawa karbon ke
permukaan laut (Basukriadi, 2011).

B.
SIKLUS NITROGEN
Dalam siklus nitrogen, masalah yang terjadi dapat terkait dengan tanaman
karena ini merupakan salah satu unsur hara yang sangat penting dan diperlukan
dalam jumlah besar (makronutrien). Tanaman menyarap unsur ini dalam bentuk ion
nitrat (NO3-) dan ion ammonium (NH4+).
Unsur ini secara langsung berperan dalam pembentukan protein, memacu
pertumbuhan tanaman secara umum terutama pada fase vegetatif, berperan
dalam pembentukan klorifil, asam amino, lemak enzim dan persenyawaan lain.
Gejala kekurangan unsur N adalah pertumbuhan
tanaman lambat dan kerdil, mula-mula daun menguning dan mengering
lalu daun akan rontok dimana daun yang menguning diawali dari daun bagian
bawah, lalu disusul daun bagian atas. Di dalam tubuh tanaman nitrogen bersifat
dinamis sehingga jika terjadi kekurangan nitrogen pada bagian pucuk, nitrogen
yang tersimpan pada daun tua akan dipindahkan ke organ yang lebih muda, dengan
demikian pada daun-daun yang lebih tua gejala kekurangan nitrogen akan
terlihat lebih awal.
Masalah akibat gangguan dalam siklus N, dapat juga berupa hujan asam dan
global warming. Hujan asam adalah
suatu bentuk akibat pencemaran udara di mana hujan, salju, maupun kabut yang
terjadi mengandung asam akibat terkontaminasi oleh polutan NOx.
Keadaan ini dapat merusak tanaman, mencemari sungai dan danau, serta
memungkinkan terjadinya kanker kulit jika manusia terpapar langsung. Sementara,
pada masalah global warming, bagian dari siklus nitrogen yang dapat menjadi
penyebab pemanasan global adalah gas NOx.Akibat lebih lanjut dari
pemanasan global sudah dijelaskan pada bagian masalah siklus hidrologi.
Nitrogen pada umumnya
terdapat dalam senyawa organik seperti protein, urea dan asam nukleat atau yang
sudah dikenal dengan senyawa anorganik seperti nitrit, ammonia dan nitrat.
Dalam proses terjadinya Daur Biogeokimia pada Daur Nitrogen terjadi dalam dua
tahap yakni:
1. Tahap pertama

Daur
nitrogen merupakan proses transfer nitrogen dari atmosfir ke dalam tanah.
Disamping air hujan, masuknya nitrogen ke dalam tanah juga dapat melalui proses
fiksasi nitrogen. Proses fiksasi nitrogen sendiri secara biologis bisa
dilakukan oleh bakteri Rhizobium yang bersimbiosis dengan bakteri Azotobacter,
Clostridium dan polong-polongan. Selain itu, kemampuan memfiksasi nitrogen juga
dapat dilakukan oleh ganggang hijau.
2. Tahap kedua
Nitrat
yang diperoleh dari hasil fiksasi biologis akan digunakan oleh produsen atau
tumbuhan yang nandi diubah menjadi molekul protein. Selanjutnya jika hewan atau
tumbuhan mati, maka makhluk pengurai akan merombaknya menjadi (NH3) atau yang
dikenal dengan gas amoneak dan garam ammonium yang larut dalam air (NH4+).
Proses ini dinamakan dengan proses amonifikasi. Bakteri Nitrosomonas dapat
mengubah senyawa ammonium dan amoneak menjadi Nitrat oleh Nitrobacter. Jika
oksigen dalam tanah terbasa, maka nitrat akan dengan cepat ditransformasikan
menjadi oksida nitrogen atau gas nitrogen oleh proses yang dinamakan
denitrifikasi.
C. KESIMPULAN
Siklus biogeokimia adalah aliran ion ataupun
molekul dari nutrien yang dipindahkan dari lingkungan ke organisme (komponen
hidup) dan dikembalikan lagi ke komponen tak hidup (abiotik). Siklus
biogeokimia yang terpenting adalah siklus karbon dan oksigen, siklus nitrogen,
dan siklus fosfor.
Keseimbangan
siklus ini perlu dijaga. Jika aktivitas manusia tidak memperhatikan lingkungan,
keseimbangan unsur dalam siklus akan terganggu sehingga proporsi komponen yang
seharusnya menjadi bergeser. Akibat ketidakseimbangan tersebut, terjadi
berbagai masalah yang dampaknya tidak hanya berpengaruh terhadap manusia,
tetapi juga terhadap lingkungan hidup. Oleh karena itu pemahaman mengenai
keseimbangan siklus biogeokimia diperlukan untuk membuat suatu rancangan
manajemen lingkungan yang baik, termasuk lingkungan industri.
A.
SIKLUS
HIDROLOGI (SIKLUS AIR)
Siklus ini merupakan siklus air di bumi yang
dipengaruhi oleh peran energi matahari dan gaya gravitasi bumi. Proses-proses
penting yang terjadi adalah proses penguapan, transpirasi, kondensasi, dan
presipitasi. Penguapan (evaporasi) merupakan perubahan fase air dari bentuk
cairan menjadi bentuk gas akibat panas matahari di permukaan bumi. Pada proses
ini, dikhususkan air yang bukan berasal dari tanaman, contohnya air danau,
sungai, lautan dan bagian hidrosfer lainnya. Penguapan ini terjadi sekitar 84%
di lautan dan 16% di daratan. Sementara,
penguapan yang terjadi pada tanaman disebut transpirasi. Air dalam bentuk uap
ini kemudian memasuki atmosfer dan mengalami pendinginan sehingga terjadi
kondensasi dan membentuk awan. Awan akan terbawa oleh angin ke bagian lain dari
bumi. Molekul-molekul air akan terdispersi (terurai) secara menempel pada
partikel-partikel debu yang ada di atmosfer lalu bergabung membentuk
buatiran-butiran air. Butiran-butiran air yang sudah mencapai berat tertentu
akan jatuh ke permukaan bumi. Peritiwa
ini disebut dengan presipitasi. Presipitasi dapat berbentuk hujan, salju,
ataupun embun tergantung pada kondisi lingkungannya. Presipitasi dapat terjadi
secara langsung ke daerah hidrosfer, sekitar 77%, dan sebanyak 23% jatuh di
atas tanah dan batu-batuan. Sebagian dari air yang jatuh di atas tanah dan
batu-batuan akan mengalir melalui permukaan menuju bagian hidrosfer, sementara
yang lainnya akan meresap ke dalam tanah (air tanah). Air tanah ini mencapai
lapisan yang kedap air lalu meresap secara perlahan dan mengalir hingga bagian
hidrosfer. Setelah itu, terjadi siklus ulang

Siklus
air ini terkait dengan penyediaan nutrien bagi makhluk hidup. Dalam kondisi
yang normal, perembesan dan aliran permukaan air tidak akan mencuci mineral-mineral
tanah. Kalaupun ada, hanya sedikit mineral tanah yang akan tercuci. Selain itu,
air hujan dapat melapukkan batu sehingga tersedia bahan pengganti berbagai
mineral, sehingga mineral tanah tetap terjaga. Namun, sebaliknya, jika kondisi
tidak normal, nutrien dalam tanah dapat terganggu sehingga ekosistem pun
terganggu. Salah satu penyebabnya adalah penggundulan hutan.
A.
SIKLUS KARBON
Siklus
karbon dapat terbagi menjadi dua macam, yaitu siklus dalam reaksi termonuklir
berantai dalam binatang dan siklus karbon di bumi. Siklus di bumi ini lebih
terkenal dengan siklus karbondioksida karena material yang berpindah adalah CO2.
CO2 dalam udara digunakan oleh tanaman untuk reaksi fotosintesis
menjadi materi organik (karbohidrat) dengan adanya gabungan dengan air. Senyawa
organik tersebut diteruskan kepada konsumen dalam rantai makanan. Energi
digunakan oleh makhluk hidup menghasilkan CO2 yang terlepas ke udara
ataupun ke air, tergantung dari lingkungan hidup. Namun, senyawa organik tetap
ada yang tersisa. Organisme juga mengeluarkan materi sisa (kotoran) yang
mengandung karbon serta menjadi senyawa karbon organik setelah mati.
Karbon-karbon ini dilepaskan dalam bentuk CO2 ke udara oleh saprovor
(mikroorganisme pengurai). Dari udara ini, karbon dalam bentuk CO2
akan kembali digunakan oleh tumbuhan (siklus terjadi). Namun, reaksi
oleh saprovor terkadang lambat sehingga senyawa karbon menumpuk dalam jangka
waktu yang lama dalam bentuk gambut, batu bara, minyak bumi, ataupun batu karang(Buchari dkk.,
2001). Pada ekosistem laut, terdapat
karbon terlarut yang akan berubah menjadi cangkang dan tulang organisme laut
dan menjadi sedimen. Selain itu, pengangkatan tektonik membawa karbon ke
permukaan laut (Basukriadi, 2011).

B.
SIKLUS NITROGEN
Dalam siklus nitrogen, masalah yang terjadi dapat terkait dengan tanaman
karena ini merupakan salah satu unsur hara yang sangat penting dan diperlukan
dalam jumlah besar (makronutrien). Tanaman menyarap unsur ini dalam bentuk ion
nitrat (NO3-) dan ion ammonium (NH4+).
Unsur ini secara langsung berperan dalam pembentukan protein, memacu
pertumbuhan tanaman secara umum terutama pada fase vegetatif, berperan
dalam pembentukan klorifil, asam amino, lemak enzim dan persenyawaan lain.
Gejala kekurangan unsur N adalah pertumbuhan
tanaman lambat dan kerdil, mula-mula daun menguning dan mengering
lalu daun akan rontok dimana daun yang menguning diawali dari daun bagian
bawah, lalu disusul daun bagian atas. Di dalam tubuh tanaman nitrogen bersifat
dinamis sehingga jika terjadi kekurangan nitrogen pada bagian pucuk, nitrogen
yang tersimpan pada daun tua akan dipindahkan ke organ yang lebih muda, dengan
demikian pada daun-daun yang lebih tua gejala kekurangan nitrogen akan
terlihat lebih awal.
Masalah akibat gangguan dalam siklus N, dapat juga berupa hujan asam dan
global warming. Hujan asam adalah
suatu bentuk akibat pencemaran udara di mana hujan, salju, maupun kabut yang
terjadi mengandung asam akibat terkontaminasi oleh polutan NOx.
Keadaan ini dapat merusak tanaman, mencemari sungai dan danau, serta
memungkinkan terjadinya kanker kulit jika manusia terpapar langsung. Sementara,
pada masalah global warming, bagian dari siklus nitrogen yang dapat menjadi
penyebab pemanasan global adalah gas NOx.Akibat lebih lanjut dari
pemanasan global sudah dijelaskan pada bagian masalah siklus hidrologi.
Nitrogen pada umumnya
terdapat dalam senyawa organik seperti protein, urea dan asam nukleat atau yang
sudah dikenal dengan senyawa anorganik seperti nitrit, ammonia dan nitrat.
Dalam proses terjadinya Daur Biogeokimia pada Daur Nitrogen terjadi dalam dua
tahap yakni:
1. Tahap pertama

Daur
nitrogen merupakan proses transfer nitrogen dari atmosfir ke dalam tanah.
Disamping air hujan, masuknya nitrogen ke dalam tanah juga dapat melalui proses
fiksasi nitrogen. Proses fiksasi nitrogen sendiri secara biologis bisa
dilakukan oleh bakteri Rhizobium yang bersimbiosis dengan bakteri Azotobacter,
Clostridium dan polong-polongan. Selain itu, kemampuan memfiksasi nitrogen juga
dapat dilakukan oleh ganggang hijau.
2. Tahap kedua
Nitrat
yang diperoleh dari hasil fiksasi biologis akan digunakan oleh produsen atau
tumbuhan yang nandi diubah menjadi molekul protein. Selanjutnya jika hewan atau
tumbuhan mati, maka makhluk pengurai akan merombaknya menjadi (NH3) atau yang
dikenal dengan gas amoneak dan garam ammonium yang larut dalam air (NH4+).
Proses ini dinamakan dengan proses amonifikasi. Bakteri Nitrosomonas dapat
mengubah senyawa ammonium dan amoneak menjadi Nitrat oleh Nitrobacter. Jika
oksigen dalam tanah terbasa, maka nitrat akan dengan cepat ditransformasikan
menjadi oksida nitrogen atau gas nitrogen oleh proses yang dinamakan
denitrifikasi.
C. KESIMPULAN
Siklus biogeokimia adalah aliran ion ataupun
molekul dari nutrien yang dipindahkan dari lingkungan ke organisme (komponen
hidup) dan dikembalikan lagi ke komponen tak hidup (abiotik). Siklus
biogeokimia yang terpenting adalah siklus karbon dan oksigen, siklus nitrogen,
dan siklus fosfor.
Keseimbangan
siklus ini perlu dijaga. Jika aktivitas manusia tidak memperhatikan lingkungan,
keseimbangan unsur dalam siklus akan terganggu sehingga proporsi komponen yang
seharusnya menjadi bergeser. Akibat ketidakseimbangan tersebut, terjadi
berbagai masalah yang dampaknya tidak hanya berpengaruh terhadap manusia,
tetapi juga terhadap lingkungan hidup. Oleh karena itu pemahaman mengenai
keseimbangan siklus biogeokimia diperlukan untuk membuat suatu rancangan
manajemen lingkungan yang baik, termasuk lingkungan industri.
10/31/2012 09:07:00 PM
|
Labels:
Kumpulan Artikel dan Makalah
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Copyright 2014 uldatun qonita . Diberdayakan oleh Blogger.
Blog Archive
-
▼
2012
(9)
-
▼
Oktober
(9)
- cara mengendalikan komputer lain dengan Dekstop Co...
- Cara membuat VIRUS menggunakan Notepad
- Cara Membobol Password Wifi Hotspot
- MAKALAH IPA SIKLUS BIOGEOKIMIA (AIR, KARBON, NITRO...
- Cara Membangun RT/RW Net
- Cara Mengirim Email Tanpa Akun
- Cara Menggunakan BBM di Komputer
- Cara Menggunakan Aplikasi Whatsapp
- CARA SETTING DHCP SERVER DEBIAN 5 LENNY DHCP Se...
-
▼
Oktober
(9)
Popular Posts
-
BAHAN AJAR IPA SMK XII BAB I. EKOSISTEM Standar Kompetensi : Memahami komponen ekosistem serta peranan manusia dalam menjaga kesei...
-
MAKALAH IPA SIKLUS BIOGEOKIMIA (AIR, KARBON, NITROGEN) DAN PERANANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI ...
-
Sinopsis: Di SMA Kaimei ada sebuah kelompok yang bertugas membantu setiap masalah dan keluhan siapapun di se...
Pages
!-end>!-my>
Mengenai Saya
- uldatun qonita
- Indonesia
- BERBAGI KESEDERHANAAN Silakan meninggalkan jejak sobat, kritik dan saran anda sangat saya harapkan NB : No Sara !
Gadget
Postingan Populer
-
“ALLAH MAHA ADA TANPA TEMPAT DAN ARAH” Allah ta’ala berfirman: “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari ...
-
SELUK BELUK INTROVERT-ISME Dalam kehidupan sosial tentunya memang harus ada interaksi antara makhluk satu dengan yang la...
-
Halo semua! Bertemu lagi dengan saya Fan24 di my.JOI . Mungkin beberapa dari kalian pasti sudah tahu siapa itu Kirito kan? ya...
-
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Dimulai dengan makin maraknya industri besar yang berdiri serta kehidupan masyarakat yang t...
-
Sebagai salah satu produsen alat menggambar terbesar di Indonesia, Faber-Castell Indonesia siap mempersembahkan kepada masyarak...
-
Seungri sempat makan malam bersama keponakan Aburizal Bakrie, Adinda Bakrie dan menonton 'Sunny Side Up Festival' di Bali. ...
-
Makalah Gempa Bumi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sampai saat ini bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat m...
-
Kutukan SAWO berakhir juga (walau masih banyak kutukan lain yang menunggu untuk diselesaikan). So far, gw (mayoritas dari kami) ...
-
Type TV Series Total Episode (25) Dua puluh lima status Ongoing Genres...
-
Kepopuleran Hello Kitty yang mendunia tampaknya memunculkan banyak spekulasi terkait asal usulnya. Seperti beberapa informasi yang dis...
Postingan Populer
-
“ALLAH MAHA ADA TANPA TEMPAT DAN ARAH” Allah ta’ala berfirman: “Dia (Allah) tidak menyerupai sesuatupun dari makhluk-Nya (baik dari ...
-
SELUK BELUK INTROVERT-ISME Dalam kehidupan sosial tentunya memang harus ada interaksi antara makhluk satu dengan yang la...
-
Halo semua! Bertemu lagi dengan saya Fan24 di my.JOI . Mungkin beberapa dari kalian pasti sudah tahu siapa itu Kirito kan? ya...
-
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Dimulai dengan makin maraknya industri besar yang berdiri serta kehidupan masyarakat yang t...
-
Sebagai salah satu produsen alat menggambar terbesar di Indonesia, Faber-Castell Indonesia siap mempersembahkan kepada masyarak...
-
Seungri sempat makan malam bersama keponakan Aburizal Bakrie, Adinda Bakrie dan menonton 'Sunny Side Up Festival' di Bali. ...
-
Makalah Gempa Bumi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sampai saat ini bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat m...
-
Kutukan SAWO berakhir juga (walau masih banyak kutukan lain yang menunggu untuk diselesaikan). So far, gw (mayoritas dari kami) ...
-
Type TV Series Total Episode (25) Dua puluh lima status Ongoing Genres...
-
Kepopuleran Hello Kitty yang mendunia tampaknya memunculkan banyak spekulasi terkait asal usulnya. Seperti beberapa informasi yang dis...
0 comments:
Posting Komentar